Langsung ke konten utama

Postingan

Perempuan : sebuah harga diri laki-laki kaum Jawa

Perempuan semenjak dahulu kala diartikan sebagai emas atau nyawa bagi laki-laki kaum Jawa. Bagi laki-laki jawa tidak mudah mendapatkan seorang perempuan dalam kaumnya sendiri, karena membutuhkan banyak persyaratan atau mahar yang harus dibayar. Dalam legenda maupun sejarah di tanah jawa banyak sekali sayembara ataupun turnamen yang diadakan untuk mempersunting seorang perempuan. Dalam sayembara itu selalu dari pihak perempuannyalah yang menentukan apa yang menjadi kemauannya dan dari kemauannyalah itu para laki-laki berlomba mendapatkan apa yang menjadi kemauan dari si perempuan tersebut. Tidak cuma sampai adu ilmu, kepintaran dan semacamnya, bahkan adu nyawa akan dipertaruhkan. Bagi yang berhasil memenangkan sayembara dan berhasil memboyong perempuan tersebut. Menjadi suatu kebanggaan dan suatu kepuasan tiada tara bagi pihak pemenang atau laki-lakinya. Dari cerita diatas memang menunjukan perempuan sangat berharga di mata laki-laki, tapi banyak pula pergeseran yang terjadi tentang per...

Sepenggal Kisah

cinta Terurai kata-kataku melalui secarik kertas penuh tulisan Penuh dengan coretan-coretan pengharapan Merindukan suatu cinta yang tak dapat dikatakan melalui kata-kata Namun terangkai dengan indah dalam baris kata-kata Cinta yang mengawali kehidupan dan menutupi kesukaran Makna cinta terealisasi oleh waktu yang menguji Menguji batin-batin yang remuk oleh asmara sementara Sejauh mana cinta dapat mengakar dalam batin manusia? Cinta sejati tak hanya berakar namun ia kan berbuah Membuahkan damai sejati di hati manusia Ia akan berakar dalam lubuk yang penuh ketulusan Disirami kejujuran, kesederhanaan dan rasa tulus menerima apa adanya Melangkahlah dalam makna kehidupan Diiringi doa yang mengalir beriringan sunyinya suara sang waktu Memaknai hidup yang penuh dengan cinta Jangan biarkan dirimu jatuh dalam cinta Pasti sakit dan tak mungkin berdiri kembali Karena kamu sudah remuk dengan cinta Tapi mari rebahlah dalam cinta Nikmati manisnya cinta yang layaknya madu murni...

ada apa-apa dengan RUUP

Shallom..hai para mahasiswa bangun dan lihatlah telah muncul fenomena yang akan merusak multikultural bangsa kita ini. bagaimana negara ini dibangun dengan idealisme persatuan Indonesia oleh Founding Fathers kita dan kita anak cucunya ini malah merusak hal tersebut. hal ini didasari oleh kenyataan munculnya RUUP ini. seharusnya bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai perbedaan yang ada dalam tubuh bangsa itu dan saling melengkapi dengan perbedaaan tersebut. misalkan negara ini sebuah puzzle, bila bagian-bagian puzzle tersebut berbentuk dan bercorak sama satu dengan yang lainnya, apa mungkin puzzle itu bisa membentuk suatu gambar atau corak. memang negara ini bukan puzzle tapi coba kita menggeneralisasikannya dari sudut pandang berbeda dan mari saudara-saudara yang membaca tulisan ini juga merespon tentang RUUP ini. perlu disadari negara ini dibentuk dari beratus suku yang tersebar di setiap pulau yang berada di tubuh NKRI dan setiap suku tersebut memiliki kebudayaan dan cara ber...

Salatiga

Salatiga heem...dari dulu hingga sekarang kota Salatiga selalu berubah. alur dinamis mulai berjalan cepat di Salatiga. hal ini berubah banyak dari segi manusia, segi fisik bangunan dan segi perekonomiannya. memang sangat menarik dan sangat indah dilihat dari mata modernisasi. tapi dimata estetika atau keindahan alamiahnya sudah banyak yang hilang dan berkurang. Saat saya masih SMP saya suka bermain di Salatiga, doeloe masih ada kabut, ppepohonan yang lebat dan masih banyak orang yang memilih berjalan kaki daripada memakai kendaraan bermotor. prihatin? saya katakan iya, ini menurut pandangan saya sebagai salah satu manusia baru di Salatiga. semenjak SMP sampai SMU dan sekarang berkuliah di UKSW, saya tetap mencintai Salatiga, karena banyak pengalaman yang saya dapat di kota kecil nan indah ini. dari pekerjaan srabutan sampai cinta hehehe....memang salatiga patut diacungi jempol, saya pernah membaca buku Sketsa kota Salatiga, saya baru tahu kalau salatiga pernah disebut kota paling indah...

Interaksionisme Simbolik, Grounded Theory, dan Cross Cultural Studies

Interaksionisme Simbolik, Grounded Theory, & Cross Cultural Studies Karya: Suwardi Endraswara Metodologi Riset Budaya-UGM Press A. Interaksionisme Simboli 1. Premis Dasar Interaksionisme simbolik adalah salah satu model penelitian budaya yang berusaha mengungkap realitas perilaku manusia. Falsa­fah dasar interaksionisme simbolik adalah fenomenologi. Namun, dibanding penelitian naturalistik dan etnografi yang juga memanfa­atkan fenomenologi, interaksionisme simbolik memiliki paradigma penelitian tersendiri. Model penelitian ini pun mulai bergeser dari awalnya, jika semula lebih mendasarkan pada interaksi kultural antar personal , sekarang telah berhubungan dengan aspek masyarakat dan atau kelompok . Karena itu bukan mustahil kalau awalnya lebih banyak dimanfaatkan oleh penelitian sosial, namun selanjutnya juga diminati oleh peneliti budaya. Perspektif interaksi simbolik berusaha memahami budaya lewat perilaku manusia yang terpantul dalam komunikasi. Interaksi simbolik...

Freud

Sigmund Freud Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi , cari Sigmund Freud Sigmund Freud ( 6 Mei 1856 - 23 September 1939 ) adalah seorang neurolog Austria dan pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi , gerakan yang memopulerkan teori bahwa motif tak sadar mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu ia juga memberikan pernyataan pada awalnya bahwa prilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas pada awalnya ( eros ) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari Ibunya. Pengalaman seksual dari Ibu, seperti menyusui, selanjutnya mengalami perkembangannya atau tersublimasi hingga memunculkan berbagai prilaku lain yang disesuaikan dengan aturan norma masyarakat atau norma Ayah. Namun dalam perjalanannya setelah kolega kerjanya Alferd Adler, mengungkapkan adanya insting mati didalam diri manusia, walaupun Freud pada awalnya menolak pernyataan Adler tersebut dengan menyangkalnya habis-habis...

Lembaga Kebusukan

LK..LK ehm? suatu organisasi yang ada di Universitas Kristen Satya Wacana. Ngakunya lembaga belajar tapi tercoreng oleh mulut-mulut kotor yang ngaku senior LK. Esesensi kenapa LK ada sendiri pun menjadi teka-teki silang yang belum terjawab. padahal semua jawaban ada di buku namanya KUKM (Ketetapan Umum Keluarga Mahasiswa). tapi tanpa disadari buku ini menjadi bumerang bagi LK maupun mahasiswa itu sendiri, semua ini dikarenakan buku tersebut semakin dibelokkan oleh Jaman (alasan klasik), padahal perlu diketahui yang membelokkan adalah mahasiswa yang ada ditubuh LK tersebut. LK terbentuk dari pemikiran-pemikiran kritis para senior tempoe doeloe yang menginginkan mahasiswa punya taring dan mempunyai peran besar dalam perubahan-perubahan yang ada didalam negara maupun diluar negara. LK UKSW pernah termasyur karena kehebatannya dalam gerakan demokrasi di indonesia, gak perlu pake demo2 tapi pake otak yang berpikir kritis dan ilmia. tidak seperti mahasiswa sekarang yang sok-sokan demo tapi g...