Langsung ke konten utama

ada apa-apa dengan RUUP



Shallom..hai para mahasiswa bangun dan lihatlah telah muncul fenomena yang akan merusak multikultural bangsa kita ini. bagaimana negara ini dibangun dengan idealisme persatuan Indonesia oleh Founding Fathers kita dan kita anak cucunya ini malah merusak hal tersebut. hal ini didasari oleh kenyataan munculnya RUUP ini.
seharusnya bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai perbedaan yang ada dalam tubuh bangsa itu dan saling melengkapi dengan perbedaaan tersebut. misalkan negara ini sebuah puzzle, bila bagian-bagian puzzle tersebut berbentuk dan bercorak sama satu dengan yang lainnya, apa mungkin puzzle itu bisa membentuk suatu gambar atau corak. memang negara ini bukan puzzle tapi coba kita menggeneralisasikannya dari sudut pandang berbeda dan mari saudara-saudara yang membaca tulisan ini juga merespon tentang RUUP ini. perlu disadari negara ini dibentuk dari beratus suku yang tersebar di setiap pulau yang berada di tubuh NKRI dan setiap suku tersebut memiliki kebudayaan dan cara berpakaian yang tidak sama. bagaiman a tidak mau pecah negara ini bila negara ini mau di sama ratakan kebudayaannya dan konformitasnya, kalau RUUP ini disahkan!!!! coba teman teman lihat berita, bahwa RUUP ini dalam Uji publik yang dilakukan di sulawesi utara dan Bali tidak layak di sahkan, bagaimana mau tetap dipaksakan disahkan??!! hal ini akan menjadi sandungan besar bagi para cewek-cewek yang memakai rok mini dan singlet dijalan, mereka bisa digebuki oleh orang-orang yang pro RUU ini.
Disini dalam bog ini saya mencoba memberi pandangan yang muncul dari otak dan nurani saya sebagai salah satu orang yang memegang besar sebuah arti multikulturalisme dan persatuan Indonesia. nah informasi saudara-saudara bisa baca RUUP itu di internet dan bisa diunduh secara gratis.
BANGKIT MAHASISWA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

perkataanmu adalah mautmu

Beberapa kali saya selalu diajari oleh orang terdekat saya untuk menjaga perkataan saya, termasuk dari Iman Keyakinan saya untuk selalu menjaga apa yang akan keluar dari perkataan saya. Saya sadar bahwa saya manusia yang sering mengeluarkan kata-kata bernada kemarahan, namun kemarahan dan perkataan saya selalu saya benar-benar jaga jangan sampai mengeluarkan nada yang merusak/ bersifat kutukan. Karena itu saya memiliki budaya baru untuk selalu mengigit bibir saya agar saya dapat menahan apa yang mau keluar dari perkataan saya. Dari hal diatas saya juga memaklumi jika ada orang yang sudah tidak tahan akan kemarahannya akan meledakan isi hatinya melalui perkataan-perkataan yang pedas, kebun binatang dan sebagainya, namun saya juga melihat ada orang yang mengeluarkan sumpah serapah dengan beralasan apa yang dirasanya paling benar tanpa memperhatikan dari sisi yang diberikah sampah perkataannya tersebut. apa yang terjadi?? jawaban saya beraneka beragam namun mengarah dan men...

HISTORY

Valentine, Kisah Pengorbanan si Pendeta Baik hati Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Valentine. Di Indonesia pun, sebagian orang turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikut merayakan hari tersebut. Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 Februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus. Terlepas dari itu semua, marilah kita kupas secara detail keistimewaan hari Valentine yang kedatangannya selalu membuat dunia menjadi serba 'merah muda'. Beberapa para ahli mengatakan bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen ...

Memoar

Dulu waktu saya kecil dan eyang putri saya masih hidup Dia suka memangku saya beserta salah satu saudara sepupu saya Kami berdua adalah cucu kesayangan eyang kami, eyang suka menyanyikan lagu-lagu jawa yang isinya tentang petuah-petuah hidup. Eyang mengajarkan tentang sebuah harga diri kami laki-laki kaum jawa, tetapi dia juga menjagajarkan untuk menghargai kaum-kaum yang lain. Apalagi keluarga besar kami masih ada turunan darah bangsawan keraton solo. Istilahnya kami dianggap raja kembar nantinya, oleh karena itu kami mendapatkan rasa sayang yang lebih daripada saudara-saudara kami. Memang ada kecemburuan diantara cucu-cucu yang lain, tapi eyang menjelaskan semua cucu mendapatkan perhatian yang berbeda karena disesuaikan dengan keistimewaan masing-masing. Saya masih ingat suatu lagu berjudul kinanti yang begini lirik lagunya: Pada gulangen in kalbu Ing sasmita amrih pamrih Ojo pijer mangan nendra Kaprawiran den saestu....... Saya lupa endingnya,tapi lagu ini membawa ketenangan kalau d...