Langsung ke konten utama

Produktifitas



Selamat pagi, 
Saya percaya kita semua memiliki smartphone, televisi (tv tabung, tv lcd, tv led dsb), mungkin juga langganan surat kabar/ Koran/ majalah/ tabloid, atau yang suka mendengarkan streaming radio online.
Saya percaya kita semua sudah mendengar banyak berita tentang dunia industry yang berkembang pesat bersamaan berkembangnya teknologi yang semakin cepat juga, nah tanpa sadar percepatan tersebut seringkali membuat kita lengah, kita ketinggalan karena asik dalam kenyamanan bekerja kita.
Bekerja masing sering terlambat, melanggar aturan penggunaan APD (minimal menggunakan sepatu dan masker saat bekerja), bahkan mencuri-curi waktu dengan hal-hal yang seringkali jauh hubungannya dengan pekerjaan.
Kita perlu sadari dengan banyaknya berita diluar, menunjukan bahwa kita masing-masing perlu merubah kebiasaan hidup kita, apakah kita benar-benar sudah produktif atau tidak? Sudah mengikuti aturan perusahaan atau belum? Jadi karyawan yang aktif mengikuti pengembangan/ inovasi/ menyumbang ide-ide kreatif atau belum? Atau malah menjadi karyawan yang bersikap apatis atau tidak mau tau dan malah menjadi karyawan yang tidak mendukung kemajuan perusahaan??
Coba kita cek diri kita masing-masing, evaluasi! Jika memang ada hal yangdirasa perlunya ada perbaikan di dalam pekerjaan kita mari ajak pimpinan kita berdiskusi, sampaikan ide kita, sampaikan detailnya.
Dengan menjadi karyawan yang proaktif dan menyumbang ide-ide demi kemajuan perusahaan dan mau berlatih lebih keras dalam meningkatkan kemampuan diri kita, pasti masing-masing diri kita akan memberi sumbangan yang terbaik buat perusahaan dan pastinya kompetensi diri kita tidak kalah dengan rekan-rekan yang bekerja di perusahaan lainnya.
Demikian yang dapat kita sampaikan, semoga menjadi bahan bagi evaluasi diri kita dan menyadarkan diri kita bahwa dunia berubah dengan sangat cepat, yang mau beradaptasi adalah yang bertahan, bagi yang pasif pastinya tertinggal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

perkataanmu adalah mautmu

Beberapa kali saya selalu diajari oleh orang terdekat saya untuk menjaga perkataan saya, termasuk dari Iman Keyakinan saya untuk selalu menjaga apa yang akan keluar dari perkataan saya. Saya sadar bahwa saya manusia yang sering mengeluarkan kata-kata bernada kemarahan, namun kemarahan dan perkataan saya selalu saya benar-benar jaga jangan sampai mengeluarkan nada yang merusak/ bersifat kutukan. Karena itu saya memiliki budaya baru untuk selalu mengigit bibir saya agar saya dapat menahan apa yang mau keluar dari perkataan saya. Dari hal diatas saya juga memaklumi jika ada orang yang sudah tidak tahan akan kemarahannya akan meledakan isi hatinya melalui perkataan-perkataan yang pedas, kebun binatang dan sebagainya, namun saya juga melihat ada orang yang mengeluarkan sumpah serapah dengan beralasan apa yang dirasanya paling benar tanpa memperhatikan dari sisi yang diberikah sampah perkataannya tersebut. apa yang terjadi?? jawaban saya beraneka beragam namun mengarah dan men...

DI SAMPINGMU

Saat ini aku melangkah kedepan Waktu ku berjalan Kulihat sosokmu didepanku Kulihat kau tangguh dan teguh Tapi hatiku melihat Kau sering goyah, kadang berhenti Kadang menangis, kadang tertawa Tapi ada satu hal yang tak berubah Keyakinanmu........... Keyakinanmu membuat mataku terbuka Untuk melihat lebih luas Dan keluar dari duniaku Terima kasih .......kau menunjukan sesuatu yang berarti dalam hidup ini Nanti.... Saat kau goyah, aku akan menopangmu Saat kau lemah, aku akan menguatkanmu Saat kau menangis, aku akan ikut menangis disampingmu Saat kau tertawa, aku akan ikut pula tertawa Saat kau kesepian, aku kan bersamamu Saat kau tersesat, aku akan menuntun dan menunjukan arah Saat ka terluka, aku akan mengobatimu Saat kau dalam kebimbangan, aku akan mendukungmu Saat kau kekurangan, aku akan membantumu Saat itu aku pasti disampingmu Oh ya saat kau kedinginan, aku akan memelukmu Saat kau tertolak, aku akan menerimamu sepenuh hatiku Saat kau berpeluh, aku akan menyeka dengan tanganku Oleh ka...

150.000 Anak Indonesia Jadi Korban Pelacuran

Kasus KOMPAS, JUMAT, 14 NOVEMBER 2008 | 06:41 WIB JAKARTA, JUMAT Sekurangnya 150.000 anak Indonesia menjadi korban pelacuran anak dan pornografi tiap tahun. Angka itu meningkat 100 persen lebih dari statistik badan PBB, Unicef tahun 1998 yang mencatat sekitar 70.000 anak Indonesia menjadi korban pelacuran dan pornografi. Koordinator Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) Ahmad Sofian yang ditemui hari Kamis (13/11) menjelaskan, 70 persen anak yang jadi korban berusia antara 14 tahun dan 16 tahun. Kejahatan yang menimpa mereka bervariasi, dari sindikat pelacuran, paedofilia, pornografi dan sebagainya. Perangkat hukum yang ada belum menjaring para konsumen yang terlibat eksploitasi seksual anak. Pria hidung belang paruh baya kini memburu pelacur anak karena dianggap bersih dan polos, kata Sofian. Jumlah pelacur anak di kota besar Indonesia mencapai angka ribuan orang. Di Jakarta diperkirakan sekurangnya ada 10.000 pelacur anak dan di Kota Medan, Sumatera ...