Langsung ke konten utama

Bunga Rana

akhirnya kudengar cerita lara tentang mu
bagaimana ceritanya
bagaimana hidupmu
ternyata aku juga andil dosa

menyadari kau tlah terluka
kuharap kau tak sendirian
ada ibu dan saudara yang hiburmu

kuharap kau temukan cinta suci
lupakan asa yang lalu
lupakan egoismu
raihlah cinta baru
supaya bawamu ke surga

aku mengasihimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

perkataanmu adalah mautmu

Beberapa kali saya selalu diajari oleh orang terdekat saya untuk menjaga perkataan saya, termasuk dari Iman Keyakinan saya untuk selalu menjaga apa yang akan keluar dari perkataan saya. Saya sadar bahwa saya manusia yang sering mengeluarkan kata-kata bernada kemarahan, namun kemarahan dan perkataan saya selalu saya benar-benar jaga jangan sampai mengeluarkan nada yang merusak/ bersifat kutukan. Karena itu saya memiliki budaya baru untuk selalu mengigit bibir saya agar saya dapat menahan apa yang mau keluar dari perkataan saya. Dari hal diatas saya juga memaklumi jika ada orang yang sudah tidak tahan akan kemarahannya akan meledakan isi hatinya melalui perkataan-perkataan yang pedas, kebun binatang dan sebagainya, namun saya juga melihat ada orang yang mengeluarkan sumpah serapah dengan beralasan apa yang dirasanya paling benar tanpa memperhatikan dari sisi yang diberikah sampah perkataannya tersebut. apa yang terjadi?? jawaban saya beraneka beragam namun mengarah dan men...

Memaksa Pancasila untuk Lebih Sakti (PP UKSW, 1 Oktober 2009, hari dimana Pancasila menunjukan Kesaktiannya)

Telah diketahui dalam beberapa kurun waktu, permasalahan tentang terorisme sangat begitu popular dimasyarakat ini. Semakin menarik tak kala lakon dari aksi-aksi pengeboman di Indonesia yaitu Nurdin. M. Top gagal mempertahankan nyawanya saat diterjang peluru para polisi. Sangat naas apa yang di timpa oleh Nurdin, tetapi menjadi sedikit nafas lega bagi bangsa Indonesia untuk beberapa waktu. Memang tak dipungkiri ini adalah suatu prestasi yang begitu baik dalam pemerintahan sekarang ini. Namun sebenarnya itu bukanlah point yang ingin saya tuju dalam tulisan ini, masalah sebenarnya adalah bagaimana ideologi Negara kita yaitu pancasila mulai pasang surut dengan sedikit banyak peraturan, perda bahkan undang-undang yang mengedepankan aspek agama sebagai tolok ukur untuk mengatur masyarakat. Menjadi hal yang menarik bila sekarang kita mulai berkompromi atau main api dengan melanggengkan teokrasi dalam susunan aturan Negara Indonesia. Seperti yang diketahui dalam beberapa artikel atau tulisan b...

150.000 Anak Indonesia Jadi Korban Pelacuran

Kasus KOMPAS, JUMAT, 14 NOVEMBER 2008 | 06:41 WIB JAKARTA, JUMAT Sekurangnya 150.000 anak Indonesia menjadi korban pelacuran anak dan pornografi tiap tahun. Angka itu meningkat 100 persen lebih dari statistik badan PBB, Unicef tahun 1998 yang mencatat sekitar 70.000 anak Indonesia menjadi korban pelacuran dan pornografi. Koordinator Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) Ahmad Sofian yang ditemui hari Kamis (13/11) menjelaskan, 70 persen anak yang jadi korban berusia antara 14 tahun dan 16 tahun. Kejahatan yang menimpa mereka bervariasi, dari sindikat pelacuran, paedofilia, pornografi dan sebagainya. Perangkat hukum yang ada belum menjaring para konsumen yang terlibat eksploitasi seksual anak. Pria hidung belang paruh baya kini memburu pelacur anak karena dianggap bersih dan polos, kata Sofian. Jumlah pelacur anak di kota besar Indonesia mencapai angka ribuan orang. Di Jakarta diperkirakan sekurangnya ada 10.000 pelacur anak dan di Kota Medan, Sumatera ...