Langsung ke konten utama

Postingan

Realita Cinta dan Rock n Roll

sangar belum tentu sangar, keras belum tentu keras yang penting punya hati yang bijak yang penting sensasional yang penting apa adanya yang penting bisa jujur dengan diri sendiri yang penting jujur dengan mulutmu jangan jilat ludah kembali yang penting tetep setia yang penting cinta yang penting everyting is mine

PROBLEMA

Dengan Hormat, Kepada Sang Senja, hati ini lirih, karena hati ini tergetar oleh karenanya kesepian merasuk diri, meradangkan paru-paruku cukup gelap hati ini oleh karena rasa ini tersandung aku karena cinta ini. Bahaya, sungguh bahaya karena rasa ini sangat meradang perih, sedih dan marah merasuk ke raga. tak henti - hentinya mengaduh akan rasa ini karena aku ternyata menyayanginya. aku sayang dia, sang dewi dari ufuk timur. f v

Cinta Seutas Tali

Rasanya badan ini tak mau beranjak ketika melihatmu mata ini berdendang ketika rona wajahmu nyata dalam penglihatanku apa daya rasa ini hanya bisa dalam batas kagumku sedih tidak tapi ragu hati ini pertanyaan kecil muncul dalam hati ini kenapa cinta ini tumbuh ketika sudah jauh hatiku cukuplah skarang hanya bertemu pandang biar rasa ini tidak mati ditelan sang waktu 4 U sang Matahari

Kembang Gula

Dear Mentari Tak sadar lamunan sunyi ini mulai menghangat ketika cahya sang surya menyinari kibas rambutnya kamu yang dari ufuk timur tempatku berada bersinar ketika ranum matahari merekah siapa kamu, dari awal bertemu semerbak wangimu meradangi mata semua orang hahahahah tak upaya semua jadi mabuk asmara aku sadar bahwa aku tak tahu hatimu hatimu yang masih gelap nyata dalam pandangku cukuplah aku memandangimu selama ini biarlah jarak tidak menjadi ukuran rasa dalam hati ini 4 U

GAUNG EMOSIONAL

Dear Diary, Susah tak disangka bahwa semua yang terjadi sekarang ini realita penuh kebusukan. antara kebaikan dan kebenaran seperti benang kusut ditanganku permainan kekuasaan seperti playstation dimataku. hanya kata "Anjing" yang teringat dalam anganku. bagaimana semua ini dapat kuhadapi, jikalau hati galau meradang. ketimpangan penuh hasrat ini membutakan mataku sehingga kilau kebenaran memudar ketika aku mau berkata-kata. jahat kataku, karena penipuan ini sangat jahat betapa tak jahat, ketika kebenaran dibunuh dengan pisau tipu muslihat hanya anjing yang berteriak kotor ketika kebenaran dimatikan ehm mau apalagi sekarang semua sudah bermuka tebal tak sadar maut menanti diujung jalan hanya kata musnah untukmu, yang pada kahirnya menjadi kebencian dihatiku. shiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttt

Cause Love never Fail

pernahkah saudara mencintai dengan tulus, tetapi pada akhirnya anda sedih karena kalian putus? Saya percaya pasti sakit rasanya, ada rasa tak puas, rasa diremehkan, rasa tidak dihargai dan kebencian yang sudah dipucuk kepala. Pasti disaat seperti itulah anda mengalami degradasi kepercayaan dan lebih memilih untuk menyendiri serta meratapi semua hal yang sudah pernah kalian lakukan. dimana janji setia dan sikap saling percaya sudah dilakukan, tiba-tiba dipatahkan karena kebosanan atau ketidaknyamanan. saudara semua hal diatas, saya sebagai penulis juga pernah mengalami, karena itu saya bisa merasakan semua rasa yang anda alami. nah dalam beberapa waktu memang kita perlu menyendiri, itu hal yang wajar. karena kenangan-kenangan pasti menghinggapi kepala anda semua. tapi sebaiknya kita tidak terus-terusan meratapi, baiklah bila anda tetap mengingat kenangan itu. tapi jadikan kenangan tersebut sebagai cambuk untuk anda lebih maju. Anggaplah semua ini untuk membuat hati anda lebih tulus ...

Memaksa Pancasila untuk Lebih Sakti (PP UKSW, 1 Oktober 2009, hari dimana Pancasila menunjukan Kesaktiannya)

Telah diketahui dalam beberapa kurun waktu, permasalahan tentang terorisme sangat begitu popular dimasyarakat ini. Semakin menarik tak kala lakon dari aksi-aksi pengeboman di Indonesia yaitu Nurdin. M. Top gagal mempertahankan nyawanya saat diterjang peluru para polisi. Sangat naas apa yang di timpa oleh Nurdin, tetapi menjadi sedikit nafas lega bagi bangsa Indonesia untuk beberapa waktu. Memang tak dipungkiri ini adalah suatu prestasi yang begitu baik dalam pemerintahan sekarang ini. Namun sebenarnya itu bukanlah point yang ingin saya tuju dalam tulisan ini, masalah sebenarnya adalah bagaimana ideologi Negara kita yaitu pancasila mulai pasang surut dengan sedikit banyak peraturan, perda bahkan undang-undang yang mengedepankan aspek agama sebagai tolok ukur untuk mengatur masyarakat. Menjadi hal yang menarik bila sekarang kita mulai berkompromi atau main api dengan melanggengkan teokrasi dalam susunan aturan Negara Indonesia. Seperti yang diketahui dalam beberapa artikel atau tulisan b...